Scroll untuk lanjut membaca
Terkini

Houthi Klaim Saudi Lancarkan 26 Serangan ke Yaman dalam 24 Jam

Beberapa pria mendorong bangkai jet tempur Arab Saudi yang diklaim berhasil ditembak jatuh oleh militer Houthi di Yaman dalam tangkapan layar dari video rilis media militer Houthi, Rabu (16/9/2026). Foto: Houthi Military Media/Reuters

Inikabar.co.id – Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 26 serangan terhadap sejumlah wilayah yang berada di bawah kendali mereka di Yaman dalam kurun waktu 24 jam hingga Jumat (18/9/2026).

Houthi juga menyebut serangan Saudi terhadap wilayah yang mereka kuasai telah mencapai sekitar 300 kali dalam sepekan terakhir. Kelompok tersebut menyatakan serangan berlangsung di sejumlah wilayah Yaman yang berada di bawah kendali mereka.

Dikutip dari AFP, konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi bermula pada 2014 setelah kelompok tersebut mengambil alih ibu kota Sanaa. Pertempuran kemudian sebagian besar mereda sejak 2022, sebelum kembali meningkat pada Juli 2026.

Arab Saudi sejak 2015 memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Keterlibatan koalisi tersebut turut memperluas konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak besar terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman.

Dalam perkembangan terbaru, Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah berpenduduk di Yaman dilaporkan melancarkan operasi untuk memperluas kendali hingga kawasan pesisir Laut Merah. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi akses terhadap Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran penting di kawasan.

Houthi juga menyatakan telah memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal Arab Saudi yang melintas di wilayah tersebut. Sementara itu, lalu lintas ekspor Saudi melalui Bab al-Mandab dilaporkan menurun sejak Juli, meskipun sejumlah kapal masih melintas dalam beberapa pekan terakhir.

Konflik Kembali Picu Pengungsian

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan eskalasi pertempuran terbaru telah menyebabkan lebih dari 112.000 orang mengungsi. Hampir 3.000 orang lainnya dilaporkan menyeberangi laut menuju Djibouti untuk mencari keselamatan.

Krisis kemanusiaan di Yaman sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun. PBB sebelumnya memperingatkan pada 2025 bahwa sekitar 17 juta orang di negara tersebut menghadapi kesulitan mendapatkan makanan, sementara sekitar satu juta orang berada dalam kondisi kelaparan ekstrem.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *