Inikabar.co.id
Daerah

Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Virgo hingga Pesisir Kalimantan dan Jawa

Hasan Husaini · September 22, 2026, 1:25 pm
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (tengah) dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) (Antara)

Banjarmasin (Inikabar.co.id) – Basarnas memperluas jangkauan pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dengan melibatkan masyarakat di wilayah pesisir Kalimantan hingga Pulau Jawa.

Masyarakat pesisir Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta wilayah pesisir Pulau Jawa diminta segera melaporkan kepada tim SAR apabila menemukan korban yang diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan, penyebarluasan informasi kepada masyarakat pesisir menjadi salah satu langkah yang dilakukan di tengah operasi pencarian korban yang masih berlangsung di sekitar bangkai kapal.

Selain kepada masyarakat pesisir, informasi pencarian juga disampaikan kepada kapal-kapal yang beraktivitas di jalur pelayaran melalui e-broadcast dan maklumat pelayaran. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat laporan apabila ada pihak yang menemukan korban.

“Informasi telah disebarluaskan di wilayah pesisir mulai dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, sedangkan di Pulau Jawa penyebarluasan dilakukan dari Surabaya hingga Semarang, Jawa Tengah,” katanya, Selasa (22/9/2026).

Penyebaran informasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian. Dengan demikian, apabila korban ditemukan di luar wilayah operasi utama, informasi dapat segera diteruskan kepada tim SAR untuk ditindaklanjuti.

Tiga Korban Ditemukan pada Pencarian Hari ke-10

Operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-10. Pada Selasa (22/9/2026), tim penyelam gabungan kembali melakukan pencarian di sekitar bangkai kapal.

Putu mengatakan kondisi cuaca mulai kurang mendukung pada siang hingga sore hari. Gelombang meningkat sejak sekitar pukul 14.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2 hingga 2,5 meter.

“Pagi hari tim penyelam gabungan berhasil menemukan tiga korban meninggal. Namun, untuk penyelaman pada sortie sore hanya dilaksanakan satu kali dengan hasil masih nihil. Kita berharap pencarian berikutnya dapat memberikan hasil lebih baik,” ujar Putu.

Mengenai kekhawatiran korban terbawa arus setelah tim penyelam berhasil memecahkan kaca pada sejumlah bagian kapal, Putu menjelaskan bahwa kondisi korban berada di dalam ruangan kapal.

Menurut dia, arus di bagian bawah laut lokasi kapal tidak terlalu kuat sehingga korban yang berada di dalam ruangan kapal tidak mudah terbawa arus.

Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan memperluas pemantauan hingga wilayah pesisir yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.